Sagara Insider

Kebijakan, Risiko, dan Sengketa: Mengenal Sosok di Balik Sagara

Dari riset kebijakan publik, analisis risiko korporat, hingga litigasi — sebuah perjalanan karier Aulia yang membentuk identitas Sagara Strategic Legal Advisory.

Terdapat beberapa profesi yang memang dituntut tenang di tengah tekanan — dan litigator adalah salah satunya.

Namun sebelum dikenal sebagai seorang litigator, perjalanan Aulia Guzasiah, Founding Partner Sagara Strategic Legal Advisory, dimulai dari tempat yang berbeda. Lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini mengawali kariernya sebagai legal researcher di salah satu lembaga penelitian kebijakan publik ternama di Jakarta dan sehari-hari melakukan analisis kebijakan hukum, riset dan konsultasi di bidang hukum, ekonomi, dan politik, sekaligus terlibat aktif dalam forum-forum pemangku kepentingan dan advokasi kebijakan publik.

Dua tahun kemudian, jalur kariernya membawanya ke tempat yang tidak biasa dilalui seorang lulusan hukum: menjadi Principal Risk Analyst di salah satu perusahaan swasta di Jakarta yang berfokus pada Risk and Crisis Management. Di sinilah cara berpikir yang kelak menjadi identitas Sagara mulai terbentuk — bukan sekadar memahami hukum sebagai aturan, tapi melihatnya sebagai instrumen untuk memetakan dan mengelola risiko sebelum berkembang menjadi krisis.

Barulah setelah itu, Aulia menapaki jalur litigasi — bekerja di salah satu firma hukum ternama di Jakarta dan menangani berbagai sengketa perdata dan bisnis di berbagai tingkat peradilan maupun forum arbitrase. Pengalamannya turut mencakup kepercayaan menangani kebutuhan hukum litigasi dari institusi-institusi besar seperti Bursa Efek Indonesia, PT Hutama Karya, dan bank-bank swasta, sebelum akhirnya mendirikan Sagara.

Ia juga tercatat sebagai Kurator dan Pengurus bersertifikat yang dikeluarkan oleh AKPI dan Kementerian Hukum RI — kredensial yang menuntut pemahaman mendalam terhadap proses restrukturisasi utang dan kepailitan, area yang menuntut ketelitian sekaligus kecepatan mengambil keputusan.

Jarang ada praktisi hukum yang jalur kariernya melewati riset kebijakan publik, analisis risiko korporat, baru kemudian litigasi. Tapi justru dari situlah pendekatan Sagara lahir: Legal Risk and Crisis Advisory bukan jargon yang dipilih belakangan untuk kebutuhan pemasaran, melainkan cara berpikir yang sudah terbentuk jauh sebelum firma ini berdiri.

Di balik setiap strategi hukum yang terukur, selalu ada pengalaman yang membentuknya — dan bagi Sagara, pengalaman itu dimulai jauh sebelum ruang sidang pertama.

← Semua artikel Legal Insight